facebook | Members area : Register | Sign in
 See More


All-Natural Cleaning


IAHBE Gateway


Quality Weight Loss
   
 See More


Free Money


Earn around the clock / world


INterested2?

Sengketa Lahan PJT II IBR Mengambang

Jumat, 16 Oktober 2009

Share this history on :
PURWAKARTA, RAKA - Kontroversi penggunaan lahan Dirjen PU yang dikuasakan kepada PJT II Purwakarta oleh PT. Indo Bharat Rayon (IBR) terus menuai protes. LSM TOPAN RI dan Dinas Cipta Karya menuding PJT II tidak tegas sehingga terjadi kasus penggunaan lahan negara oleh pihak swasta itu.

Kadis Cipta Karya, Martono, kepada RAKA beberapa waktu lalu di Gedung Setda Purwakarta mengatakan, penggunaan lahan Kementrian PU oleh PT.IBR itu sedang di bahas oleh pemkab Purwakarta, dan yang harus bertanggung jawab adalah PJT II. "Persoalan kasus penggunaan lahan negara dalam hal ini Kementrian PU oleh PT.IBR merupakan tanggung jawab PJT II. Secara logika tanah itu berada dibawah pengelolaan PJT II, artinya pemkab menilai tanah itu tanah PJT II, jika PT.IBR berani menggunakan lahan itu berarti yang harus bertanggung jawab adalah PJT II," ujarnya.

Martono menjelaskan, seperti halnya setiap barang yang di miliki seseorang dan di gunakan oleh orang lain berarti yang harus menindak adalah pemiliknya yaitu PJT II, dan pemda merupakan pihak ketiga yang tidak ada dalam persoalan itu. "Tanah itu di kuasakan ke PJT II, dan sekarang katanya tanpa ijin di gunakan oleh PT.IBR, sudah seharusnya pihak PJT II untuk menindak PT.IBT dan bukan pemkab Purwakarta. Sebelum melangkah pada aturan tentang perizinan IMB yang harus lebih dulu di kaji adalah siapa pemilik tanah dan siapa yang menggunakan tanah itu, tiadaka kan ada bangunan jika tidaka da lahan," paparnya.

Hal senada diungkapkan LSM TOPAN RI DPD Purwakarta, mereka menilai PJT II harus bertanggung jawab atas penggunaan lahan milik pemerintah yang telah kuasakan ke pihak PJT II dan sekarang di gunakan oleh PT.IBR. "Mau tidak mau PJT II itu harus bertanggung jawab, lahan ini merupakan lahan negara yang di kuasakanoleh PJT II, sekarang di gunakan oleh PT.IBR, kenapa PJT II tidak bertindak tegas sehingga PT.IBR dengan semau-maunya menggunakan lahan itu untuk kepentingan perusahaan, "terangnya.

Menurut Bendahara LSM TOPAN DPD Purwakarta Frilianto, PT.IBR tidak mungkin akan menggunakan laan itu jika tidak ada ijin dari pemiliknya, sehingga muncul dugaan telah terjadi konspirasi anata mereka."Kami menduga penggunaan lahan negara ini telah di rencanakan, tidak mungkin PT.IBR menggunakan lahan itu jika PJT II bertindak tegas dan bisa melakukan pengawasan dengan baik. Atas kasus ini LSM TOPAN Pusat akan segera mendatangi PJT II untuk meminta kejelasan perihal dugaan konspirasi penggunaan lahan pmerintah ini," ujarnya.

Ketua DPD KNPI Purwakarta Munawar Kholil berpendapat jika semua perusahan dengan mudahnay menggunakan lahan pemerintah anantai aset negaramau di kemanakan. "Saat ini masyarakat Indonesia tidak mudah mendapatkan sejengkal tanah, seperti halnya PKL mereka harus di kejar-kejar karena menggunakan lahan untuk berdagang, petani harus banting tulang sekedar untuk mendapatkan sesuap nasi dan persoalan lainnya, tetapi kenapa dengan mudahnya Perusahaan swasta mendapatkan tanah yang tidak berijin untuk mengambil keuntungan kelompoknya," kata Kholil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Purwakarta Dwi sutrisno meminta semua instansi terkait untuk dapat mengkaji persoalan penggunaan lahan oleh PT. IBR. "Tidak ada lahan berarti tidak ada pembangunan, sehingga ijin pun tidak akan mungkin di keluarkan, sedangkan persoalan ini mengapa PT.IBR dapat menggunakan lahan pemerintah dan melakukan pembangunan di atas tanah yang bukan miliknya tanpa ada izin, sehingga yang pertama harus di pertanyakan mengapa PJT II membiarkan PT.IBR melakukan pembangunan setelah itu baru melangkah ke persoalan perizinan," imbuhnya. (sep)
Terima kasih untuk mengunjungi saya, Ada pertanyaan? Kontak pada : ito.loh.raka@gmail.com-regianoz@yahoo.co.id.
Harap meninggalkan komentar Anda di bawah ini. Terima kasih dan berharap Anda menikmati...

0 komentar:

Poskan Komentar